Penerapan Learning Management System Untuk Pembelajaran Jarak Jauh Sekolah Menengah Atas

Penulis

  • Irwan Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Hamdi Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Supiyandi Universitas Pembangunan Panca Budi

DOI:

https://doi.org/10.62712/juribmas.v1i2.26

Abstrak

Sekitar 19,8 juta anak sekolah menengah di Indonesia saat ini belajar di bawah ancaman pandemi COVID-19. Untuk mencegah penularan COVID-19 di lingkungan sekolah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan surat edaran tentang pembelajaran daring dan kerja dari rumah, yang mewajibkan seluruh sekolah menerapkan kebijakan “Belajar dari Rumah”. Kebijakan ini harus diterapkan mulai semester baru 2020-2021 dan perlu didukung oleh Learning ManagementSystem (LMS) beserta kompetensi seluruh pemangku kepentingan. Moodle dipilih karena gratis, dapat disesuaikan, dan dapat digunakan di server khusus untuk dikelola sepenuhnya oleh sekolah. Tahapan implementasi meliputi pengumpulan kebutuhan, instalasi dan konfigurasi, pengujian, pelatihan, dan evaluasi. Evaluasi tersebut mencatat beberapa kebutuhan untuk program selanjutnya, seperti menyederhanakan proses input untuk pertanyaan kuis, mengeksplorasi fitur yang lebih dalam, dan memberikan tutorial yang lebih informatif.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2022-10-30

Cara Mengutip

Irwan, Hamdi, & Supiyandi. (2022). Penerapan Learning Management System Untuk Pembelajaran Jarak Jauh Sekolah Menengah Atas. JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat, 1(2), 58–62. https://doi.org/10.62712/juribmas.v1i2.26

Terbitan

Bagian

Articles